Minggu, 29 April 2012
Minggu, 08 April 2012
Minggu, 01 April 2012
mix match with blouse Nonieq :D
![]() |
| Shaw two tone :: Jenahara Abuya Blouse :: Nonieq slouchy pants :: Dian Pelangi shoes :: Bellagio |
![]() |
| Tube shawl :: Miss Marina Abuya Blouse :: Nonieq slouchy pants :: Dian Pelangi shoes :: Bellagio |
![]() |
| Shawl Two tone :: Jenahara Abuya Blouse :: Nonieq skinny pants :: Unbranded shoes :: the little things she needs |
Jumat, 23 Maret 2012
Tugas Metode Penelitian Sosial :D
Sosialita muslim diindonesia
Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti
penghalang.Pada beberapa negara Arab serta negara – negara Barat , kata “hijab”
lebih sering diartikan sebagai kerudung yang digunakan oleh wanita muslim
(jilbab).Dalam Islam hijab diartikan sebagai tatacara berpakaian yang pantas
sesuai dengan tuntunan agama.Dan seiring berjalannya waktu lahirlah komunitas
yang menamakn diri mereka sebagai Hijabers Community (HC) atau lebih dikenal
dengan perkumpulan 30 perempuan muda berhijab. Komunitas ini fokus melakukan syiar
dengan cara lebih modern, bergaya khas anak muda, namun tetap patuh pada kaidah
,yang kini sedang marak diIndonesia yang sangat mempengaruhi wanita muslim
Indonesia sebagai acuan untuk berbusana modern namun tetap syar’i.
Perlu diketahui arti dari Hijabers Community (HC)
itu sebelumnya adalah sebuah wadah komunitas wanita muslimah yang dibentuk pada
tanggal 27 november 2010 di Jakarta, oleh 30 wanita berjilbab dengan latar
belakang profesi dan kehidupan yang berbeda. Berkumpul bersama untuk berbagi
visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang akan mengakomodasi kegiatan
yang terkait dengan jilbab dan muslimah. Dari fashion, gaya jilbab dan segala
sesuatu yang akan membuat kaum muslimah menjadi lebih baik.Dan diharapkan
melalui komunitas ini , setiap muslimah bisa bertemu teman baru, saling
mengenal satu sama lain dan belajar dari satu sama lain (http://female.kompas.com/read/2011/08/11/13253987/Hijabers.Community.Bersyiar.Melalui.Fashion.Taat.Kaidah).
Siring berjalannya waktu lama – kelamaan banyaknya
jenis – jenis komunitas yang sama seperti HC ini disejumlah kota diIndonesia ,dan
mulai banyaknya wanita – wanita muda yang mengenakan jilbab karna tertarik oleh
fashion hijab yang dipelopori oleh HC ini.HC biasanya melakukan sejumlah acara –
acara dan kegiatan seperti talkshow,hijabclass,fashion show,pengajian dan lain
sebagainya sebagai bentuk syiar. Disisi lain, ada anggapan miring atas berdirinya
komunitas HC, ada yang memandang HC sebagai 'sosialita' muslim. Karena gaya
berpakaian HC dan penampilan yang modis. Selain itu juga karena HC sering
berkumpul di mal atau cafe. Socialita
/ Sosialita
adalah orang-orang kaya harta yang memang kaya semenjak lahir. Atau karena
keturunan. Bisa karena berasal dari keluarga pengusaha, atau bidang yang
lainnya. Hal ini pernah diungkapkan oleh salah seorang bloggerternama
Diana Rikasari beberapa waktu lalu ketika diwawancarai oleh MetroTV dalam
sebuah acara bincang-bincang pagi hari. Definisi kaya bisa bersifat relatif,
tapi dalam hal definisi apa itu sosialita, tentu bersifat lebih dari sekadar
cukup kaya pada umumnya. Tapi belum cukup sampai di situ sebetulnya definisi
mengenai apa itu sosialita. Tambahannya yaitu mereka yang terlahir kaya dan
mempergunakan kekayaannya itu untuk turut serta melakukan kegiatan yang
bersifat sosial. Sosial seperti apa? Apakah semacam aksi donor darah atau
mengumpulkan nasi bungkus untuk donasi bencana alam? Sepertinya bukan hal
semacam itu, tapi aksi sosial sesuai dengan kelas mereka. Penggalaman dana
untuk tingkat korporasi dan para eksekutif dengan acara yang bisa dibilang
lebih banyak bersifat eksklusif atau berkelas. Mungkin bisa lewat pesta atau
penyelenggaraan konser musik di hotel berbintang, peragaan busana, pesta kebun
& dansa di pinggir pantai, dan lain sebagainya (
http://nurrahmanarif.wordpress.com/2011/06/06/sosialita/). Namun sekarang ada pergeseran arti dari sosialita itu menjadi, orang bermuka
banyak yang sangat kaya (biasanya karena warisan) "aktif secara sosial"
dalam konteks berpesta pora, foya-foya, berkumpul dengan sejumlah konglomerat
kaya lainnya dan mendapat cakupan perhatian yang cukup besar
dari media, frekuensi "aktif secara sosial" dalam rangka menolong
orang-orang yang kurang beruntung menjadi lebih dan sangat sangat kecil, hanya
sekadar menjaga citra mereka yang disembunyikan dalam multi-muka, yang
menjadikan mereka "Seseorang" yang sebenarnya "bukan siapa-siapa".
Biasanya saking kayanya mereka, para sosialita tidak memiliki pekerjaan, atau
pekerjaan yang digelutinya hanya ecek-ecek, tetapi entah bagaimana duit dapat
mengalir terus (http://kamusslang.com/arti/sosialita).
Bagaimana dengan sosialita muslim ? Menurut Erna ,
secara garis besar sosialita muslim dapat dicirikan sebagai berikut :
Menampilkan atribut Fashion yang
trendy dan tidak kampungan;dan memiliki kelompk pengajian atau taklim sehingga
mendapat muatan positif bagi pencerahan pemikiran yang nantinya akan berimbas
pada perubahan dan kemajuan baik secara individu maupun masyarakat. Seperti
hadirnya gerakan sedekah,zakat,kontribusi sosial,pendidikan,dan sebagainya dari
sosialita muslim. Hanya saja bila tidak hati – hati , pergaulan kalangan atas
memudahkan perasaan riya’,pamer,tabarruj dan kebiasaan meng-ghibah serta gaya
hidup konsumtif,” (Paras, tahun IX – Maret 2012 hal 20).
Walau mereka bisa dikatakan sebagai sosialita yang
menyukai fashion, barang – barang branded, hanya saja jenis barangnya seputar
busana muslimah,jilbab dan aksesoris pendukung yang acuan tren muslimah secara
umum. Mereka juga memiliki gaya hidup yang islami dan kontribusi bagi
masyarakat muslim yang dapat mempengaruhi wanita muslim untuk mengenakan hijab.
Dian pelangi mengklarifikasi dugaan tersebut, "Prinsipnya, citra Islam
bisa ditampilkan lebih indah, termasuk dari gaya busana. Keindahan gaya busana
muslim inilah yang bisa menjadi pemicu bagi perempuan lain untuk kemudian
berhijab. Ini adalah juga bagian dari syiar. Anggota komunitas juga bisa saling
berbagi pengetahuan seputar agama Islam, mau pun berbagai hal seputar kehidupan
sehari-hari yang sesuai dengan aturan Islam. Ini adalah cara kita bersyiar,
dengan kemasan yang berbeda, lebih dekat dengan dunianya anak muda," ucap
Dian Pelangi.( http://female.kompas.com/read/2011/08/11/13253987/Hijabers.Community.Bersyiar.Melalui.Fashion.Taat.Kaidah).
Mereka tidak menghamburkan uang mereka seperti sosialita tas branded yang bias
menghabiskan uang 1M hanya untuk sebuah tas, tetapi mereka bersyiar melalui
hijab fashion mereka agar wanita muslim terutama diIndonesia agar mentup aurat
dengan berhijab , dengan melakukan langkah kegiatan seperti melakukan Fashion
show,talkshow,hijab class,pengajian,bakti sosial, dan hal – hal yang tidak
bertentangan dengan Islam. (Paras, tahun IX – Maret 2012 hal 20).
Minggu, 04 Maret 2012
profile dian pelangi
Gadis belia yang baru berusia early twenty ini menyelesaikan
studi nya di ‘Ecole Superieur des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD)’
Jakarta – sebagai siswi berprestasi 2008 dengan mendapat nilai lulus
yang tinggi. Dian juga pernah menjadi finalis Lomba Rancang Busana
Muslim Noor 2009. Sebelumnya, Dian pernah mengenyam pendidikan fashion
di SMK N 1 Pekalongan dengan jurusan Tata Busana.
Saat ini, Dian menjadi designer termuda di Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI). Gadis kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 ini menjabat sebagai main designer, marketing & promotion untuk perusahaan home industry orang tuanya sekarang.
Gadis yang pernah menjadi ‘Ketua OSIS termuda’ seluruh Indonesia (umur 15 tahun) ini sudah memamerkan baju rancangannya sampai ke manca negara seperti Malaysia (Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu), Singapore, Australia (Melbourne, Perth), UK (London) dan UAE (Abu Dhabi, Jordania, Pakistan dan Cairo).
Pada tahun 2010, Dian mendapatkan kesempatan di interview oleh CNN untuk Busananya yang dipamerkan di Jakarta Fashion Week. Pada Akhir 2011, Dian mendapatkan undangan untuk berpartisipasi di international fair of Muslim world yang akan diadakan di Le Bourget exhibition, Paris.
Saat ini, Dian menjadi designer termuda di Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI). Gadis kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 ini menjabat sebagai main designer, marketing & promotion untuk perusahaan home industry orang tuanya sekarang.
Gadis yang pernah menjadi ‘Ketua OSIS termuda’ seluruh Indonesia (umur 15 tahun) ini sudah memamerkan baju rancangannya sampai ke manca negara seperti Malaysia (Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu), Singapore, Australia (Melbourne, Perth), UK (London) dan UAE (Abu Dhabi, Jordania, Pakistan dan Cairo).
Pada tahun 2010, Dian mendapatkan kesempatan di interview oleh CNN untuk Busananya yang dipamerkan di Jakarta Fashion Week. Pada Akhir 2011, Dian mendapatkan undangan untuk berpartisipasi di international fair of Muslim world yang akan diadakan di Le Bourget exhibition, Paris.
Company
Sebuah Home Industry busana dikelola oleh Bpk Ir. Djamaloedin dan Ibu Hernani berdiri sejak tahun 1991 di Palembang bertepatan dengan kelahiran putri mereka yaitu Dian Wahyu Utami dan dinamakan dengan nama putri mereka. Seiring dengan perkembangan permintaan, perusahaan tempat produksi Dian Pelangi di pindahkan ke Pekalongan 2006.
Dian Pelangi tersebar di berbagai kota seperti Aceh, Palembang, Medan, Jakarta, Bandung, Pekalongan, Surabaya dan di luar negeri seperti Malaysia dan Melbourne.
Bermula dari keinginan ibu untuk mengembangkan baju traditional Indonesia. Dian Pelangi mengkhususkan diri dibidang busana muslim. Tetapi model busana muslim yang dibuat adalah universal sehingga apabila dikenakan dengan tidak memakai kerudung akan tetap terlihat pas dan tidak aneh.
Ciri khas Dian Pelangi antara lain adalah warnanya yang berwarna-warni seperti pelangi. Serta materinya originally made from Indonesia. Semua pengerjaannya dilakukan sendiri, mulai dari benang ditenun menjadi bahan.
Dari bahan dibuat menjadi kain batik, jumputan, tenun dan songket. Selain untuk melestarikan kekayaan Indonesia, semua ini kita lakukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga banyak sekali keluarga yang bertopang pada usaha ini.
Jumlah pekerja saat ini sudah mencapai lebih dari 500 orang. Jam kerja mengakomodasi kebutuhan karyawan untuk menunaikan sholat, fasilitas seperti makan siang dan akomodasi disediakan bagi karyawan yang membutuhkan tempat tinggal.
Sesuai dengan firman Allah, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, maka kami berusaha untuk bisa bermanfaat bagi orang lain juga, insyallah.
Dian Pelangi juga peduli terhadap global warming. Maka untuk mengurangi dampak dari global warming, kami mulai menggunakan teknik pewarnaan alami seperti menggunakan kayu-kayuan dan dedaunan. Sehingga Produk Dian Pelangi lebih ‘Environmental friendly’.
Keunggulan dari produk kami adalah semua produk yang kami buat adalah “Handmade”. Jadi kami buat semuanya secara exclusive, tidak ada kembarannya. Apabila ada customer yang menginginkan sesuai dengan contoh, Dian Pelangi bisa mengerjakannya tetapi dengan catatan tidak akan bisa sama persis. Seandainya sama, pasti ada perbedaan warna setingkat atau lebih.
Produk Dian Pelangi insyallah syar’I, memenuhi syariat islam tetapi juga tidak kalah fashionable, handmade dan membuktikan kecintaan pada tanah air Indonesia – karena ‘Produk asli Indonesia’.
Sabtu, 03 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)










